Jumat, 11 Mei 2012

AL GHAZW AL FIKRI (PERANG PEMIKIRAN)



Muqadimah

Kekalahan pihak kafir , khususnya Nashrani , dari umat islam melalui perang fisik dan senjata (pada perang Salib dan perang lainnya) ,Menjadikan mereka berfikir mencari jalan lain yang dapat mengalahkan umat Islam . Jalan yang ditempuh itu adalah Al Ghazw Al Fikri (Perang Pemikiran) .
Definisi Al Ghazw Al Fikri adalah serangan pemikiran secara bertubi- tubi yang tersusun secara sistimatik ,teratur , dan terancang dengan baik yang dilakukan oleh umat yang membuat terhadap umat yang lemah untuk merubah kepribadiannya sehingga kemudian menjadi pengikut umat yang kuat tersebut . Peranng tersebut dilaksanakan dalam tiga bentuk , yaitu : Politik , Militer , dan Ekonomi . Al Ghazw Al Fikri menghasilkan berbagai kerusakan dikalangan umat islam dengan cara merusak akhlaq , menghancurkan Fitrah , melarutkan pribadi , dan menumbangkan aqidah (Mengeluarkan Muslim dari Aqidah Islamiyah).Denagn cara tersebut akan dihasilkan umat yang rusak Akhlaq dan kepribadiannya , kotor pemikirannya , keluar dari islam serta memberikan loyalitasnya pada orang kafir .
Target al Ghazw al Fikri
1. Ifsad Al Akhlaq , (Merusak Akhlaq).
2. Tahtimul Fikrah, (Menghancurkan Fikrah)
3. Idabah Al Asykhsiyah , (Melarutkan kepribadian)
4. Ar Riddah , (Menumbanngkan Aqidah)
5. Al Wala' Lil Kafirin , (Memberikan Loyalitas pada orang kafir)

Maraahil al Ghazw Al Fikri
(Tahapan Perang Pemikiran)
Sejarah menunjukkan bahwa Khalifah Islamiyah pernah berjaya menguasai dunia. Kemudian semangat umat islam semakin berkurang seiring dengan merosotnya perang Khalifah sebagai hasil al Ghazw al Fikri terdari dari tiga fase yaitu fase sebelum jatuhnya khalifah , saat jatuhnya khalifah dan setelah jatuhnya khalifah . Fase sebelum jatuhnya khalifah dinilai dengan berbagai aktifitas seperti Orientalisme , kritenisasi dan pemutusan negeri - negrei Islam dengan khalifah .Terakhir , pada fase sesudah jatuhnya Khalifah , musuh Islam melakukan berbagai serangan melalui perubahan politik , masyarakat , dan akhlaq.

1. Asr Alinhilal (fase sebelum jatuhnya khalifah)
*         Al Isytisyraq ( Orientalis )
Al Ghazw Al Fikri dilakukan secara sistematikdanrancangan dengan baik. pertama - tama musuh - musuh islam lebih dahulu mempelajari islam dan budaya timur. Mereka dikenal sebagai orientalis . Kaum Orientalis tersebut untuk  menjelekkan islam dengan menggunakan dali - dalil dalam islam. bahkan para orientalis lebih menguasai niali - nilai islam dan nilai - nilai ketimuran secara kailmuan .Sebagai conoh SnouckHurgronya adalah kristen Belanda yang mampu menghafal Al Qura'n dan bahasa Arab . Dengan kemampuannya itu mereka melakikan pendekatan kepada umat islam sehingga mereka menjadi terpedaya dan lambat laun akan terpengaruh bahkan mengikuti tingkah lakunya. Kelompok orientalis ini tidak hanya dari non islam tetapi juga dari kalangan islam sendiri Thaha Husain dari Mesir
*         At Tannshir (Kristenisasi)
Sejalan dengan itu , usaha keristenisasi mulai digalakkan untuk memurtadkan umat . Dakwah mereka ditujukan kepada umat islam yang miskin ,bodoh, dan dangkal pemahaman dan akhlaqnya
Keristenisasi terhadap umat islam ini sebenarnya tidak dibenarkan dalam Indonesia karena dalam SKB tiga mentri dilarang berdakwah dikalangan umat yang telah beragama namun demikian hal ini tidak digubris.
*         Taqtik Aushal Daulah Al Kilafah ( Memutuskan hubi\ungan negeri - negeri dengan khalafah ) usaha yang cukup berhasil dilakukan oleh pihak musuh pada fase sebelum kejatuhan khalifah islamiyah adalh pemutusan hubungan negeri - negeri islam dengan khalifah. Hal ini menimbulkan fanatisme kebangsaan yang menjadi akar dari pertikaian negara - negara islam pertikaian ini menyebabkan lemahnya khalifah islamiyah sehingga satu persatu negara - negara islam dibawah khalifah islamiyah keluar dari kkekhalifahan dan membentuk negara - negara masing - masing. Penjajahan olh pihak kafir dimulai seiring dengan kejatuhan khalifah islamiyah. Sejarah membuktikan bahwa hampir seluruh negara islam dijajah olh kaum kafir.
2.Asr Al Ikhtilal (Fase saat jatuhnya khalifah )
*         Al Isytisyraq (Orientalis)
*         At Tansyhiir (Kristenisasi)
*         fashl Ad'diin 'anid Daulah (Memisahkan agama dengan negara)
*         Nasr Al Qoumiyah (Menyebarkan faham Nasionalisme)
*         Ishqt Al Khilafah (Penjatuhan Khilafah)
SEiring dengan jatuhnya khalifah iskamiyah , faham Nasionalisme (fanatisme kebangsaan)disebarkan kesetiap negara islam.Kekauman ,kesukuan , kebangsaan dimunculkan secara hebat . Sehingga muncul kepenting - kepenting ayang bnersifat kelompok (Ashjabiyah) . Kepercayaan pada khalifah berkurang bahkan perjalanan pemberontakan - pemberontakan mulai mewarnai perjalanan khlifah islamiyah.Pertikaian dan pemberontakan menghasilkan berbagai kelompok yang mulai memisahkan diri dari kekhalifahan. Pda saat bermuncullah berbagai nama yang muncul sebagi tandingan khalifah islamiyah.Dinegara islam muncul nasionalisme ngara, pemisahan agama dari negara ,dan terjadi hura - hura dimana-mana.Kondisi ini tidak lepas dari usaha pihak kafir untuk memperlancar kejatuhan khalifah islamiyah.
3. Masa Ba'da Al Ikhtilal(Fase setelah jatuhnnya khalifah)
*         As Siyasi (Politik)
*         Al Ijtima'I (Masyarakat)
*         Al Khuluqi (Akhlaq)
*         Al Isytisyraq (Orientalis)
*         At Tansyiir (Kristenisasi)
*         Al Ladiiniyyah (Atheis)
*         Al Qoumiyah (Nasionalisme)
*         At Taghrib (Pembaratan)
*         Takhrir al Mar'ah (Pembebasan wanita)
*         Al Ta'lim (Pendidikan)
*         Al I'laam (Penerangan)
*         Al Qounuun (Hukum , Undang-undang)
*         At Taghyir (Perubahan)
Setelah kejatuhan khalifah islamiyah terjadi perubahan besar besaran misalnya dalam hal politik , masyarakat dan akhlaq sistem politik tidak lagi menggunakan sistem Syura melainkan Demokrasi. Al qr'qn tidak lagi menjadi dasar rujukan dalam kehidupan politik bahkan telah dipisahkan dari urusan agama. Perubahan masyarakat juga terjadi seperti budaya dan kehidupan masyarakat yang ala kebaratan. Perubahan ahlaq dan tingkah laku yang amat kentara adalah meninggalkan islam. Tingkah laku jahiliyah menjadi suatu anutan bahkan menjadi kebanggaan, mereka juga bangga meninggalkan tingkah laku islami.
*         Al 'Ilmaani (Sekurelisme)
Setelah khalifah islamiyah hancur musuh musuh islam berusaha untujk terus menjatuhkan umat islam dari agamanya. hal ini dilakukan sering dengan penjajahan-penjajahan terhadap negara islam salah satu usaha mereka adalah memisahkan urusan dunia dengan uusan akhirat (Sekurelisma)
Pemisahan ini terjadi dibidang pengajaran , penerangan dan perundang undangan. Selain itu mereka berusaha menegakkan nasionalisme dan melakukan gerakan pembebasan perempuan. Usaha ini masih dapat dirasaka sampai sekarang. Selain itu gerakan pembebasan perempan merupakan ancaman yng sangat besarr dalam kehidupan berkeluarga, masyarakat dan negara. Pembebasan perempuan yang mendorong permpuan keluar dari fitrahnya telah menyebabkan rusaknya ahlaq dan kehancuran masyarakat . Demikianlah cara-cara musuh islam yang dengan pintar mengemas kerusakan dengan topeng yang menarik sehingga membuat umat mengikutinya. Kejayaan islampun menjadi pudar ,umatpun mulai tidak menjadikannya islam menjadi pedoman. Akibatnya nilai- nilai islam dalam undang-undang , pendidikan, dan kehidupan ditukar dengan nilai-nilai kejahiliyaan dan barat.
*         Al Washilah
Sarana yang digunakan dala perubaha islam ketika dan setelah kejatuhan khalifah islamiyah adalah orientalis,keristnsasi , Ateis , nasionalisme , pembarata da pembebasab wanita. paham paham bukan islam ini disebarkan walaupuntidak semuanya efektif seperti orientalis , keristenisasi , dan Atheis.Dan yang paling efektif adalah nasionalisme, pembaratan dan pembebasan wanita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar